
Peraturan futsal mengatur jumlah pemain, yaitu setiap tim terdiri dari 5 orang pemain yang berada di lapangan, termasuk 1 penjaga gawang. Selain pemain inti, setiap tim diperbolehkan memiliki maksimal 7 pemain cadangan. Salah satu ciri khas futsal adalah pergantian pemain bebas (rolling substitution), artinya pemain dapat keluar dan masuk kapan saja tanpa harus menunggu permainan berhenti, asalkan melalui area pergantian pemain dan dengan tertib sesuai aturan.
Durasi pertandingan futsal terdiri dari dua babak, masing-masing selama 20 menit waktu bersih. Waktu bersih berarti waktu akan dihentikan ketika bola keluar lapangan, terjadi pelanggaran, atau ada jeda tertentu. Di antara dua babak terdapat waktu istirahat maksimal 15 menit. Jika pertandingan berakhir imbang pada laga tertentu seperti turnamen gugur, maka dapat dilanjutkan dengan perpanjangan waktu atau adu penalti sesuai ketentuan penyelenggara.
Lapangan futsal memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan lapangan sepak bola, dengan panjang sekitar 25–42 meter dan lebar 16–25 meter. Bola yang digunakan adalah bola futsal ukuran 4, yang memiliki pantulan lebih rendah agar mudah dikontrol. Gawang futsal berukuran 3 meter x 2 meter, dan di depan gawang terdapat daerah penalti berbentuk setengah lingkaran dengan radius 6 meter.
Dalam futsal, pelanggaran dan sanksi diatur secara ketat. Setiap tim akan dikenakan akumulasi pelanggaran, dan setelah melakukan 5 pelanggaran dalam satu babak, pelanggaran berikutnya akan dihukum dengan tendangan bebas tanpa pagar (second penalty). Kartu kuning diberikan sebagai peringatan, sedangkan kartu merah mengakibatkan pemain dikeluarkan dari lapangan. Namun, setelah 2 menit atau tim yang kebobolan gol, pemain yang dikeluarkan dapat digantikan.
Peraturan tendangan dalam futsal juga memiliki kekhasan. Tendangan ke dalam dilakukan dengan kaki, bukan dengan tangan seperti sepak bola. Selain itu, terdapat tendangan sudut, tendangan bebas langsung dan tidak langsung, tendangan penalti, serta lemparan penjaga gawang. Penjaga gawang hanya diperbolehkan menguasai bola maksimal 4 detik di wilayahnya sendiri, dan tidak boleh menerima kembali bola dari rekan setim sebelum bola melewati garis tengah atau disentuh lawan.








