Dalam permainan futsal, disiplin adalah kunci. Berbeda dengan sepak bola konvensional, futsal memiliki aturan khusus bernama Accumulated Fouls (akumulasi pelanggaran) yang dirancang untuk membuat permainan lebih cepat, adil, dan bersih.
Berikut adalah artikel mendalam mengenai apa itu accumulated fouls dan konsekuensi serius dari tendangan titik kedua.
Accumulated Fouls & Tendangan Titik Kedua: Aturan Keras dalam Futsal
Futsal dikenal dengan tempo permainannya yang cepat dan intensitas tinggi. Untuk mencegah pemain bermain kasar atau melakukan pelanggaran taktis secara terus-menerus, FIFA menerapkan aturan akumulasi pelanggaran.
Apa Itu Accumulated Fouls?
Accumulated fouls adalah pelanggaran yang diakumulasikan (dihitung) oleh wasit dalam satu babak permainan (pertama atau kedua).
Poin-poin penting mengenai Accumulation Fouls:
- Hanya Pelanggaran Langsung: Hanya pelanggaran yang berbuah tendangan bebas langsung (direct free kick) atau penalti yang dihitung sebagai akumulasi. Pelanggaran tidak langsung (seperti handball tidak disengaja atau kiper memegang bola terlalu lama) tidak masuk hitungan.
- Batas Pelanggaran: Setiap tim dibatasi melakukan 5 kali foul dalam satu babak.
- Reset Babak: Akumulasi pelanggaran akan kembali menjadi nol saat babak kedua dimulai. Namun, jika pertandingan berlanjut ke babak tambahan (extra time), pelanggaran babak kedua tetap dihitung.
- Advantage Rule: Jika wasit menerapkan aturan keuntungan (advantage) saat pelanggaran terjadi, pelanggaran tersebut tetap dicatat sebagai akumulasi.
Konsekuensi: Tendangan Titik Kedua (Double Penalty)
Ketika sebuah tim melakukan akumulasi foul keenam dan seterusnya dalam satu babak, lawan akan mendapatkan keuntungan berupa tendangan titik kedua (second penalty mark).
Berikut konsekuensi dari pelanggaran tersebut:
- Tendangan dari Titik 10 Meter: Tendangan dilakukan dari titik penalti kedua, yang terletak 10 meter dari garis gawang (4 meter di belakang titik penalti pertama).
- Tanpa Pagar Betis (No Wall): Tim yang bertahan tidak diperbolehkan membuat pagar betis. Ini adalah duel satu lawan satu antara penendang dan penjaga gawang.
- Posisi Kiper: Penjaga gawang boleh keluar dari garis gawang, namun tidak boleh lebih dekat dari 5 meter dari bola sebelum bola ditendang.
- Lokasi Pelanggaran: Jika pelanggaran keenam dilakukan lebih dekat ke gawang daripada titik 10 meter (tapi di luar kotak penalti), tim penyerang bisa memilih untuk menendang dari tempat pelanggaran atau dari titik 10 meter.
- Tendangan Langsung: Harus bertujuan mencetak gol dan tidak boleh diumpan.
Mengapa Aturan Ini Ada?
Aturan accumulated fouls bertujuan untuk:
- Mendorong Permainan Bersih: Pemain akan lebih berhati-hati dalam melakukan tackle atau kontak fisik setelah tim mereka mencapai 4 atau 5 foul.
- Meningkatkan Skor: Tendangan titik kedua memberikan peluang gol yang sangat tinggi, membuat babak akhir menjadi menegangkan.
- Mencegah Taktik Kotor: Mencegah tim menggunakan pelanggaran taktis (menghentikan lawan dengan foul kecil) untuk memperlambat tempo atau mencegah serangan balik.
Ringkasan Aturan
| Pelanggaran (Babak) | Konsekuensi |
|---|---|
| Ke-1 s/d 5 | Tendangan bebas langsung / Penalti 6m |
| Ke-6 dst. | Tendangan Bebas Titik 10m (Tanpa Pagar) |
Memahami accumulated fouls adalah hal wajib bagi pemain, pelatih, maupun penggemar futsal, karena seringkali peraturan ini menjadi penentu kemenangan dalam pertandingan yang ketat.