Blog

  • Sentuhan Profesional Muhammad Furqan, Bawa Futsal Berau Naik Kelas

    Wajah olahraga futsal di Bumi Batiwakkal baru saja mencatatkan standar baru.Di bawah kendali Muhammad Furqan, turnamen bertajuk MF Futsal Championship berhasil disulap menjadi ajang bergengsi yang memadukan kompetisi dengan industri kreatif dan pemberdayaan UMKM di GOR Pemuda Tanjung Redeb.Furqan, pria kelahiran 22 Desember 1995 yang telah malang melintang di dunia penyelenggaraan event nasional, mengaku takjub dengan animo masyarakat Berau, APRI Berau Siap Gelar Piala Presiden Baginya, futsal di Berau bukan sekadar olahraga, melainkan magnet massa yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan kehadiran sekitar 1.500 penonton pada laga final pekan lalu, meski mereka harus merogoh kocek untuk membeli tiket masuk.“Warga Berau memiliki antusias yang tinggi untuk menikmati tontonan olahraga futsal, tapi sayangnya dulu turnamennya biasa-biasa aja,” ungkap Furqan saat berbincang di sebuah kedai kopi di Berau.Meski saat ini berdomisili dan berbisnis di Balikpapan, Furqan menganggap Berau adalah Ibu, tempat ia harus kembali untuk berkarya. OlahragaMotivasi inilah yang mendorongnya menggelar turnamen akbar tanpa sokongan dana APBD. Seluruh pembiayaan bersumber dari kantong pribadi serta sponsor yang diseleksi secara ketat demi menjaga visi acara.“Balikpapan itu sudah terlalu sumpek hiburannya, kita di Berau ini butuh juga turnamen yang bagus dan punya kelas,” tuturnya.Kemandirian ini juga terlihat dari aksi nyata Furqan sebelum acara dimulai. Alih-alih mengeluh pada keterbatasan fasilitas, ia menggunakan dana pribadi untuk memperbaiki infrastruktur GOR Pemuda, mulai dari servis blower penghisap udara panas, pembersihan toilet, hingga perbaikan mesin air yang sempat mati. “Kita perbaiki pakai duit pribadi, itu bagian kontribusi,” tegas alumni SMP 3 Tanjung Redeb tersebut.Di balik kemeriahan penampilan artis ibu kota dan keterlibatan komunitas kreatif Berau Futsal Turnamen (BFT), Furqan menyelipkan pesan mendalam. Spanduk berukuran 4×3 meter dengan tulisan seperti ‘Gawang Baru! Gedung???’ sengaja dipasang di langit-langit stadion sebagai bentuk kritik terhadap kondisi fasilitas olahraga yang dianggap kurang representatif.“Kalau disentil gitu, minimal ya sadarlah kan, kita butuh tempat yang representatif,” ucap penggemar Ardiansyah Nur ini.Ia berharap pemerintah dan penggiat olahraga mulai menyadari futsal kini telah bertransformasi menjadi industri yang menjanjikan, di mana sektor pariwisata hingga relawan muda turut merasakan dampak ekonominya.MF Futsal Championship tidak hanya soal gengsi, tetapi juga tentang penghargaan terhadap atlet. Dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah, termasuk hadiah Rp25 juta bagi pemenang, turnamen ini mencatatkan sejarah sebagai event pertama di Berau yang memberikan apresiasi hingga juara keempat.Furqan menekankan, kunci sukses penyelenggaraan event adalah menjaga kepercayaan. Baginya, ketika sebuah acara dikelola secara positif dan memiliki visi yang jelas, dukungan akan datang dengan sendirinya. Bahkan, ia mengaku sempat menolak beberapa sponsor yang tidak sejalan dengan konsep yang ia usung.“Sponsor banyak yang kami tolak karena tidak sesuai dengan visi kami untuk menggelar event ini,” sebutnya.Mengakhiri perbincangan, Furqan berharap langkah ini menjadi awal bagi Berau untuk menjadi kiblat peradaban olahraga yang lebih profesional. “Semua event ini kami mulai dari 0. Ternyata bisa dan sukses memberikan hiburan kepada warga Berau,” tutupnya. (*)

  • Timnas futsal Indonesia berencana mengikuti turnamen di Brasil

    Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar mengungkapkan di tahun ini timnas futsal Indonesia berencana mengikuti turnamen futsal seperti Four Nations di Brasil.Brasil, adalah kiblat futsal dunia, dengan mereka menjadi tim tersukses di Piala Dunia Futal karena memiliki enam gelar.”Di agenda kita, kita ada rencana ikut kompetisi di Brasil. Masih menunggu konfirmasi, belum resmi,” kata Michael ketika hadir dalam podcast Redaksi Olahraga dari ANTARA di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Jumat pekan lalu.Agenda di Brasil kabarnya memiliki konsep seperti Four Nations, dimana tim tuan rumah akan menghadapi beberapa negara. Di Indonesia, turnamen seperti ini sudah dimainkan dua kali, dengan Indonesia menghadapi lawan-lawan kuat seperti Jepang, Belanda, hingga juara Piala Dunia Futsal 2016 dan runner-up dua kali (2021, 2024) Argentina.Masih di tahun 2026, selain berencana mengikuti turnamen di Brasil, Indonesia juga berencana melakukan pemusatan latihan di Spanyol. Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto, kata Michael, berkali-kali menyampaikan hal ini ke federasi karena apabila ini terlaksana, mereka dapat menjajal kekuatan tim-tim futsal terbaik dari Negeri Matador. “Dan coach Hector berkali-kali menyampaikan, kita harus TC ke Spanyol. Kalau kita TC di sana kita bisa bertanding melawan klub-klub Spanyol juga,” ungkap Michael.Selain itu, Michael mengatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan agenda di FIFA Match Day. Sejumlah persiapan yang direncanakan oleh FFI ini agar tim Garuda dapat mempertahankan emas di SEA Games 2027 yang digelar di Malaysia pada September 2027.Juga, mereka dapat mendapatkan persiapan maksimal sebelum berlaga di Piala Asia Futsal 2028, dimana semifinalis dari turnamen itu akan mendapatkan tiket berlaga di Piala Dunia Futsal 2028.”Di 2027 nanti ada SEA Games. FIFA Match Day kita akan maksimalkan dan di 2028 dimana pun Piala Asia Futsal diselenggarakan, pokoknya kita akan siap, sehingga masuk Piala Dunia Futsal,” tutur dia.Adapun, agenda terdekat Indonesia saat ini adalah menjadi tuan rumah Piala Asia Futsal 2026. Di turnamen edisi ke-18 ini, Indonesia tergabung di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan. Pada laga pertama, tim Garuda akan menghadapi Korea Selatan di Indonesia Arena pada 27 Januari.

  • Aturan permainan futsal

    Peraturan futsal mengatur jumlah pemain, yaitu setiap tim terdiri dari 5 orang pemain yang berada di lapangan, termasuk 1 penjaga gawang. Selain pemain inti, setiap tim diperbolehkan memiliki maksimal 7 pemain cadangan. Salah satu ciri khas futsal adalah pergantian pemain bebas (rolling substitution), artinya pemain dapat keluar dan masuk kapan saja tanpa harus menunggu permainan berhenti, asalkan melalui area pergantian pemain dan dengan tertib sesuai aturan.

    Durasi pertandingan futsal terdiri dari dua babak, masing-masing selama 20 menit waktu bersih. Waktu bersih berarti waktu akan dihentikan ketika bola keluar lapangan, terjadi pelanggaran, atau ada jeda tertentu. Di antara dua babak terdapat waktu istirahat maksimal 15 menit. Jika pertandingan berakhir imbang pada laga tertentu seperti turnamen gugur, maka dapat dilanjutkan dengan perpanjangan waktu atau adu penalti sesuai ketentuan penyelenggara.

    Lapangan futsal memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan lapangan sepak bola, dengan panjang sekitar 25–42 meter dan lebar 16–25 meter. Bola yang digunakan adalah bola futsal ukuran 4, yang memiliki pantulan lebih rendah agar mudah dikontrol. Gawang futsal berukuran 3 meter x 2 meter, dan di depan gawang terdapat daerah penalti berbentuk setengah lingkaran dengan radius 6 meter.

    Dalam futsal, pelanggaran dan sanksi diatur secara ketat. Setiap tim akan dikenakan akumulasi pelanggaran, dan setelah melakukan 5 pelanggaran dalam satu babak, pelanggaran berikutnya akan dihukum dengan tendangan bebas tanpa pagar (second penalty). Kartu kuning diberikan sebagai peringatan, sedangkan kartu merah mengakibatkan pemain dikeluarkan dari lapangan. Namun, setelah 2 menit atau tim yang kebobolan gol, pemain yang dikeluarkan dapat digantikan.

    Peraturan tendangan dalam futsal juga memiliki kekhasan. Tendangan ke dalam dilakukan dengan kaki, bukan dengan tangan seperti sepak bola. Selain itu, terdapat tendangan sudut, tendangan bebas langsung dan tidak langsung, tendangan penalti, serta lemparan penjaga gawang. Penjaga gawang hanya diperbolehkan menguasai bola maksimal 4 detik di wilayahnya sendiri, dan tidak boleh menerima kembali bola dari rekan setim sebelum bola melewati garis tengah atau disentuh lawan.

  • lapangan futsal

    Lapangan futsal merupakan area permainan yang dirancang khusus untuk olahraga futsal, yaitu cabang olahraga sepak bola dalam ruangan dengan jumlah pemain lebih sedikit. Lapangan futsal berbentuk persegi panjang dan umumnya berada di dalam gedung (indoor), meskipun ada juga yang dibuat di ruang terbuka (outdoor). Ukuran lapangan futsal lebih kecil dibandingkan lapangan sepak bola, sehingga permainan berlangsung lebih cepat, intens, dan menuntut keterampilan teknik yang tinggi dari para pemain.

    Secara standar, ukuran lapangan futsal internasional menurut FIFA memiliki panjang antara 38–42 meter dan lebar 20–25 meter untuk pertandingan internasional. Untuk pertandingan non-internasional, panjang lapangan berkisar 25–42 meter dan lebar 16–25 meter. Permukaan lapangan biasanya terbuat dari bahan datar dan halus seperti vinyl, kayu, atau rumput sintetis khusus futsal, yang bertujuan mengurangi risiko cedera dan memudahkan kontrol bola.

    Di dalam lapangan futsal terdapat berbagai garis dan tanda yang memiliki fungsi penting dalam permainan. Garis tengah membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar, sedangkan lingkaran tengah digunakan saat kick-off. Area penalti berbentuk setengah lingkaran dengan jari-jari 6 meter dari tiang gawang, yang menjadi wilayah khusus bagi penjaga gawang. Selain itu, terdapat titik penalti pertama berjarak 6 meter dan titik penalti kedua berjarak 10 meter dari garis gawang.

    Gawang futsal berukuran lebih kecil dibandingkan gawang sepak bola, dengan lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Gawang diletakkan tepat di tengah garis gawang pada kedua ujung lapangan. Jaring gawang dipasang untuk menahan bola agar tidak memantul kembali ke lapangan setelah terjadi gol. Ukuran gawang yang lebih kecil ini menuntut ketepatan dan kecepatan dalam melakukan tembakan ke arah gawang.

    Selain ukuran dan tanda, kondisi lapangan futsal harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan pemain. Pencahayaan yang cukup, ventilasi yang baik, serta permukaan lapangan yang tidak licin sangat penting untuk mendukung permainan yang optimal. Lapangan futsal yang baik akan membantu pemain menampilkan performa terbaik, meminimalkan cedera, dan membuat pertandingan berjalan dengan aman serta menarik.

  • “Timnas Futsal Indonesia Berpeluang Naik Rangking di Futsal Dunia, Saat Ini Nomor 31 Dunia”

    Menurut data terkini dari Futsal World Ranking, Indonesia menempati posisi nomor 31 dengan poin 1.195, naik empat peringkat dari periode sebelumnya.

    Futsal World Ranking Tambahan poin ini terutama dikontribusikan dari keberhasilan tim dalam meraih hasil baik melawan lawan-lawan kuat selama pertandingan persahabatan dan turnamen.

    Sebelumnya, Indonesia juga disebut menempati posisi 23 menurut laporan Baltic Football News usai turnamen persahabatan, namun catatan resmi dari lembaga pengolah ranking menyebut posisi 31 sebagai peringkat terkini.

    Munculnya perbedaan dalam laporan menegaskan perlunya verifikasi data ranking resmi dari lembaga futsal dunia.

    Timnas futsal Indonesia semakin mengukuhkan performa positif usai meraih juara di turnamen internasional China. Di ajang CFA International Futsal Tournament, Indonesia tampil agresif dan berhasil melewati fase grup hingga ke babak akhir.

    Kemenangan menjadi penyemangat saat Indonesa berlaga dan menjadi runer up di Four Nations Cup yang digelar di Jakarta.

    Para pemain muda mendapat kesempatan tampil di dua turnamen tersebut, dan beberapa menunjukkan performa yang cukup menjanjikan.

    Keberanian memberikan ruang bagi talenta muda dianggap sebagai strategi jangka panjang agar regenerasi terus berjalan dan tim semakin solid.

    Capaian ini dan keberhasilan meraih poin dari dua turnamen akan membantu Indonesia semakin diperhitungkan di kancah futsal Asia dan global.

    Dia berharap momentum ini tidak disia-siakan dan menjadi pijakan untuk perlombaan ranking berikutnya.

    Meskipun peluang naik cukup terbuka, tantangan berat menanti di turnamen-turnamen berikutnya, terutama melawan negara-negara kuat futsal seperti Brasil, Spanyol, Iran, atau Portugal.

    Konsistensi dan kedisiplinan tim menjadi kunci agar posisi tidak hanya naik sesaat tetapi dapat dipertahankan atau ditingkatkan.

    Kinerja positif dan dukungan penuh dari federasi maupun publik, bukan tidak mungkin Indonesia dalam waktu dekat bisa menembus 20 besar futsal dunia.

    Bagi penggemar futsal Tanah Air, ini menjadi kabar membanggakan sekaligus pemicu optimisme menjelang turnamen besar mendatang.

  • “Menpora Dito: CFA International China Jadi Uji Tanding Timnas Futsal Menuju Emas SEA Games”

    Jakarta: Motivasi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo kepada pemain Timnas Futsal Indonesia yang akan bertanding di ajang China Invitational Tournament (CFA) International, Shijiazhuang, China, pada 5-11 September 2025. 

    Motivasi tersebut diberikan Menpora Dito bersama Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar, dan Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, Surono di Media Center, Kemenpora, Rabu (3/9) siang. 

    “Ya hari ini saya menerima Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar bersama pemain Timnas yang malam ini akan berangkat mengikuti turnamen di China. Prinsipnya ini adalah semangat futsal Indonesia mempersiapkan yang paling dekat adalah SEA Games 2025 Thailand,” katanya.   

    Menurut Menpora Dito, turnamen ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh semua pemain. “Saya harap semua pemain yang mengikuti turnamen ini dimanfaatkan dengan baik sebagai persiapan SEA Games 2025 Thailand. Karena futsal ini memiliki target ambisius yakni mendapatkan emas,” ujar Menpora Dito.           

    Menpora Dito juga melihat perkembangan futsal Indonesia sekarang ini sangat luar biasa. “Kita lihat bagaimana futsal Indonesia sekarang ini makin rajin mengikuti agenda-agenda kejuaraan di luar, dan menggelar kejuaraan di dalam negeri. Futsal Indonesia saat ini memiliki peringkat 23 dunia, dan 4 Asia, bagaimana ini bisa terus kita tingkatkan,” pungkas Menpora Dito. 

    Pada ajang China Invitational Tournament (CFA) International ini, Timnas Futsal Indonesia masuk ke dalam Grup B bersama Selandia Baru, Myanmar, dan Kamboja. Sementara di Grup A, ada tuan rumah China, Korea Selatan, Denmark, dan Uni Emirat Arab.

    Sebagian besar pemain yang masuk ke skuad Timnas Futsal Indonesia adalah pemain berusia di bawah 23 tahun. Tercatat hanya ada 2 pemain senior yang diikutsertakan, dua di antaranya adalah Muhammad Fajriyan dan Dewa Rizki.

    Sementara Ketum FFI Michael Sianipar mengatakan kehadiran dirinya untuk melaporkan persiapan Timnas Futsal Indonesia yang akan mengikuti China Invitational Tournament (CFA) International. 

    “Kedatangan kami ingin melaporkan bahwa malam ini pemain Timnas futsal Indonesia akan berangkat mengikuti China Invitational Tournament (CFA) International. Ajang ini sekaligus sebagai persiapan untuk SEA Games 2025 Thailand.  

    “Ajang di China ini untuk persiapan Sea Games yang diharapkan bisa membawa medali emas. Kami terus melakukan persiapan timnas dengan baik. Dari segi fisik, teknik dan mental pemain,” kata Michael Sianipar. (amr)

  • “perkembangan futsal diindonesia”

    Jakarta (ANTARA) – Para pemain timnas futsal Indonesia masih merasa lapar prestasi setelah meraih medali emas di SEA Games 2025, dan menjadikan penampilan itu sebagai cambukan untuk meraih prestasi di level yang lebih tinggi.

    Timnas futsal putra Indonesia akan kembali mengikuti kompetisi bergengsi pada Januari. Mereka akan bertanding di Piala Asia Futsal 2026 yang akan dimainkan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 Januari hingga 7 Februari.

    “Jadi kita tidak fokus ke hasilnya (di SEA Games) kemarin, tapi kita lihat performa mereka kemarin, ada saat penurunan, pada saat lawan Vietnam, jadi bagaimana finishing-finishing mereka tidak maksimal, dan akhirnya jadi hasil yang kurang baik buat kita, jadi kita akan fokus ke situ, untuk mereka bagus pada saat mereka kalah itu, mereka kayak merasa tertampar,” kata asisten pelatih timnas futsal Amril Daulay, saat ditemui di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Senin.

    “Jadi untuk ke depannya kita bisa ingat, kalau kalian tidak maksimal, nanti mungkin di Piala Asia merasakan hal itu lagi, jadi seperti kayak bikin trauma, mereka tidak mau lagi merasakan hasil yang tidak enak seperti itu,” lanjutnya.

    Kekalahan dari Vietnam yang disebutkan Amril mengacu satu-satunya kekalahan yang ditelan timnas Indonesia pada SEA Games 2025, yakni kalah 0-1 dari Vietnam di fase grup.

    Timnas futsal saat ini sedang menyelenggarakan pemusatan latihan menjelang Piala Asia Futsal. Pada Senin, baru ada 18 pemain dari total 19 pemain yang dipanggil.

    “Masih ada yang belum (bergabung), karena ada pemain dari Papua, Brian (Ick), ada urusan keluarga jadi belum bisa bergabung dulu, tapi di minggu-minggu ini dia akan bergabung,” tutur Amril.”

    Amril memegang kendali latihan pada Senin, sebab menurutnya, pelatih timnas Hector Souto masih dalam perjalanan menuju Indonesia.

    “Coach Hector dia sedang dalam perjalanan, kemarin dia sudah berangkat dari hari Sabtu jam 8 malam dari rumahnya, dan kemarin malam dia menginfokan ada delay, ada reschedule untuk jadwalnya, kedatangannya, jadi harusnya dia tadi sampai di pagi hari, karena reschedule dia berubah ke sore tadi, harusnya sudah sampai, dan kemungkinan besok dia sudah mengikuti latihan,” papar Amril yang juga merupakan anggota Direktorat Teknik FFI itu.

  • “pendiri federasi futsal didunia”

    Pendiri federasi futsal dunia berkaitan erat dengan berdirinya organisasi bernama FIFUSA (Federación Internacional de Fútbol de Salón). FIFUSA merupakan federasi futsal internasional pertama di dunia yang menjadi cikal bakal pengelolaan futsal secara global sebelum berada di bawah naungan FIFA.

    FIFUSA didirikan pada tahun 1971 di São Paulo, Brasil. Tokoh yang paling dikenal sebagai penggagas dan pendiri utama FIFUSA adalah João Havelange, seorang tokoh olahraga berpengaruh asal Brasil. Ia bekerja sama dengan federasi futsal dari beberapa negara Amerika Selatan seperti Brasil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia. Pada masa itu, futsal (yang dikenal sebagai fútbol de salón) telah berkembang pesat di Amerika Selatan, sehingga diperlukan sebuah organisasi internasional khusus untuk mengatur peraturan dan kompetisi secara resmi.

    Di bawah kepemimpinan FIFUSA, futsal mulai memiliki aturan baku internasional, sistem wasit, serta kejuaraan dunia resmi. FIFUSA menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Futsal pertama pada tahun 1982 di São Paulo. Organisasi ini berperan besar dalam menyebarkan futsal ke berbagai benua, termasuk Eropa, Asia, dan Afrika. FIFUSA juga mempertahankan identitas futsal sebagai olahraga yang berbeda dari sepak bola lapangan.

    Namun, pada akhir 1980-an terjadi perbedaan pandangan antara FIFUSA dan FIFA terkait pengelolaan futsal. Pada tahun 1989, FIFA secara resmi mengambil alih pengembangan futsal dan menyelenggarakan Piala Dunia Futsal FIFA pertama di Belanda. Sejak saat itu, futsal di tingkat global lebih dikenal dan dikelola oleh FIFA, sementara FIFUSA kemudian berkembang menjadi organisasi lain yang kini dikenal sebagai AMF (Asociación Mundial de Futsal).

    Dengan demikian, João Havelange melalui FIFUSA dapat disebut sebagai tokoh pendiri federasi futsal dunia, karena ia berjasa besar membentuk organisasi internasional pertama yang mengatur, mengembangkan, dan mempopulerkan futsal secara global sebelum berada di bawah FIFA.

  • “perkembangan olahraga futsal diindonesia sekarang”

    1. Popularitas dan ekosistem kompetisi semakin kuat
      Futsal di Indonesia kini bukan sekadar olahraga rekreasi — ia telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang populer dengan ekosistem kompetisi terstruktur. Kompetisi nasional seperti Indonesia Pro Futsal League (PFL) terus berjalan dengan format profesional di berbagai kota besar di Indonesia untuk musim 2025/2026, menghubungkan klub-klub elit dari Sabang sampai Merauke. PFL merupakan liga utama yang menaungi banyak klub profesional dan menjadi ajang pembinaan bakat futsal di level tertinggi domestik.
    2. Pengembangan talenta muda makin diperhatikan
      Pembinaan pemain muda terus mendapatkan perhatian serius. Federasi Futsal Indonesia (FFI) menggagas kompetisi seperti Campus League Futsal yang melibatkan banyak perguruan tinggi, menjadi jembatan bagi pemain kampus untuk masuk ke level profesional serta memberi peluang klub pro menyaring talenta muda. Program seperti ini mengisi gap dalam jalur pengembangan dari amatir ke profesional.
    3. Kolaborasi dengan pihak swasta dan publik meningkat
      Kerja sama antara FFI dan pihak swasta seperti Games of Society turut mempercepat pertumbuhan futsal di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan kompetisi seperti Futsal Series dan turnamen lain yang melibatkan ribuan tim pelajar, tetapi juga program pelatihan pelatih dan talent scouting untuk menemukan dan membina pemain muda berpotensi. Selain itu, pihak-pihak ini membantu memaksimalkan hak siar digital yang memperluas jangkauan penonton futsal melalui platform online.
    4. Prestasi tim nasional di kancah internasional
      Timnas Futsal Indonesia menunjukkan perkembangan prestasi signifikan. Dalam beberapa ajang internasional, posisi ranking tim futsal Indonesia — putra maupun putri — meningkat di peringkat dunia, mencerminkan kemajuan kualitas permainan dan organisasi pembinaan. Selain itu, prestasi di SEA Games 2025 menjadi tonggak penting karena Indonesia berhasil meraih medali emas, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa futsal Indonesia mampu bersaing di tingkat regional.
    5. Dukungan publik dan perhatian media tumbuh pesat
      Futsal semakin diminati masyarakat luas, terbukti dengan rekor jumlah penonton dalam pertandingan antara Indonesia dan Australia yang mencatatkan lebih dari 15 ribu penonton — rekor tertinggi di Asia Tenggara untuk laga futsal — serta jutaan views dari penayangan digital. Hal ini menunjukkan bahwa futsal kini menjadi tontonan olahraga yang digemari dan mampu menarik perhatian komunitas serta media, memperkuat statusnya sebagai olahraga yang berkembang pesat di tanah air.

  • “cara bermain futsal”

    Teknik dasar mengontrol bola (ball control) merupakan kemampuan awal yang sangat penting dalam futsal. Pemain harus mampu menghentikan dan menguasai bola dengan cepat menggunakan telapak kaki, kaki bagian dalam, kaki bagian luar, atau sol sepatu. Kontrol yang baik membantu pemain menjaga penguasaan bola di ruang sempit serta memudahkan pengambilan keputusan selanjutnya, seperti mengoper atau menembak.

    Teknik mengoper bola (passing) dalam futsal harus dilakukan dengan akurat, cepat, dan tepat sasaran. Passing biasanya menggunakan kaki bagian dalam karena lebih stabil dan terarah, namun juga bisa memakai kaki bagian luar atau tumit dalam situasi tertentu. Kerja sama tim sangat bergantung pada kualitas passing, karena permainan futsal menuntut pergerakan bola yang cepat dan efektif.

    Teknik menggiring bola (dribbling) berfungsi untuk melewati lawan atau mencari ruang kosong. Dribbling dalam futsal dilakukan dengan sentuhan pendek dan kontrol dekat menggunakan telapak kaki atau kaki bagian luar. Karena ukuran lapangan yang kecil, pemain harus memiliki keseimbangan, kelincahan, dan penguasaan bola yang baik agar tidak mudah direbut lawan.

    Teknik menembak (shooting) bertujuan mencetak gol dan biasanya dilakukan dengan cepat tanpa banyak persiapan. Shooting dapat menggunakan punggung kaki untuk kekuatan atau kaki bagian dalam untuk akurasi. Pemain futsal dituntut mampu menembak dari berbagai posisi dan situasi, karena peluang mencetak gol sering muncul secara tiba-tiba.