Latihan Visi Bermain (Scanning)

Latihan Scanning Sepak Bola: Kunci Meningkatkan Visi dan Kecerdasan Bermain

Dalam sepak bola modern yang super cepat, kemampuan teknis seperti passing dan dribbling saja tidak cukup. Pemain hebat dibedakan oleh kemampuan kognitif mereka—sejauh mana mereka memahami situasi di lapangan sebelum bola sampai ke kaki mereka. Inilah yang disebut dengan Scanning (Pemindaian Visual).

Scanning adalah tindakan sengaja memutar kepala atau tubuh untuk melihat sekeliling (mengamati rekan tim, lawan, dan ruang kosong) sebelum menerima bola atau saat bergerak dengan bola.

Artikel ini akan membahas pentingnya scanning dan contoh latihan praktis untuk meningkatkan visi bermain.


Mengapa Scanning Sangat Penting?

  1. Pengambilan Keputusan Lebih Cepat: Pemain yang rutin melakukan scanning sudah tahu ke mana akan mengoper atau bergerak sebelum menerima bola, mengurangi waktu reaksi.
  2. Mengurangi Kehilangan Bola: Dengan mengetahui posisi lawan, pemain dapat menghindari tekanan (pressing) dan membuat keputusan yang lebih aman.
  3. Meningkatkan Kesadaran Situasional: Membantu pemain memahami posisi rekan satu tim dan ruang kosong, membuat permainan lebih taktis.
  4. Kebiasaan Pemain Elit: Pemain profesional sering melakukan scanning berkali-kali dalam beberapa detik untuk mengumpulkan informasi.

3 Tahapan Utama dalam Scanning

Menurut Coach RH, ada tiga tahapan yang saling berkesinambungan:

  1. Scanning: Melihat situasi sekitar.
  2. Decision: Memutuskan tindakan (passing, dribbling, atau shooting).
  3. Action: Melakukan tindakan tersebut.

Contoh Latihan Scanning (Drill)

Berikut adalah beberapa latihan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan scanning:

1. Latihan Warna (Color Scanning)

  • Setup: Tempatkan 4 cone dengan warna berbeda (misal: Merah, Biru, Kuning, Hijau) di belakang pemain.
  • Prosedur: Pemain mengoper bola ke dinding/rekan, saat bola kembali, pemain harus menyebutkan satu warna cone yang diangkat pelatih/teman di belakang mereka sebelum melakukan sentuhan pertama.
  • Tujuan: Memaksa pemain melihat ke belakang (checking shoulder) sebelum menerima bola.

2. Diamond Scanning Drill

  • Setup: Buat pola berlian (diamond) dengan 4 cone berjarak 10 meter.
  • Prosedur: Pemain lari ke arah tengah, menerima umpan, lalu berbalik arah. Sesuai instruksi (pelatih mengangkat cone merah atau kuning), pemain harus menuju cone tersebut setelah melakukan operan pertama.
  • Tujuan: Meningkatkan kecepatan beradaptasi dengan informasi visual dan pengambilan keputusan.

3. Rondo dengan “Manusia Bebas” (Neutral Player)

  • Setup: Permainan Rondo (kucing-kucingan) 4v2 atau 5v2.
  • Prosedur: Tambahkan satu pemain netral di tengah yang wajib melakukan scanning untuk melihat posisi rekan yang kosong sebelum menerima umpan.
  • Tujuan: Membiasakan diri melakukan scanning dalam tekanan tinggi.

4. Latihan Juggling dengan Isyarat

  • Prosedur: Pemain melakukan juggling bola, sesekali melambungkan bola lebih tinggi ke atas. Saat bola di udara, pemain harus memutar kepala dan melihat isyarat (warna atau angka) dari pelatih.
  • Tujuan: Melatih scanning tanpa kehilangan kendali bola.

Tips Melatih Kebiasaan Scanning

  • Lakukan Sebelum Terima Bola: Scanning terpenting adalah saat bola sedang bergerak menuju ke arah Anda.
  • Gunakan Peripheral Vision: Latih mata untuk melihat lebih luas, tidak hanya fokus pada bola.
  • Mulai Sejak Dini: Latihan ini penting untuk pemain usia muda (usia emas 10-12 tahun) untuk membentuk kebiasaan.

Dengan konsisten melakukan latihan scanning, seorang pemain akan bertransformasi dari pemain yang hanya bereaksi menjadi pemain yang mengatur permainan.


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *